RESUME SEMINAR KESEHATAN
TRANSFORMASI MENUJU GLOBAL HOSPITAL
Aula Narmada Kantor Bupati Lombok Barat, 27 April 2026
Resume Sambutan Bupati Lombok Barat
Seminar Kesehatan dan HUT ke-21 RSUD Tripat dengan Tema Transformasi Menuju Global Hospital
Bupati Lombok Barat menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun ke-21 RSUD Tripat Patut Patuh Patju, sekaligus menegaskan bahwa momentum ulang tahun rumah sakit harus menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan introspeksi untuk melihat sejauh mana capaian pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat.Transpormasi bukan sekedar perubahaan fisik melainkan perubahaan pada mentalis SDM, focus utama Adalah bagimana mencetak tenaga medis yang memiliki kompetensi global namun tetap memepertahankan keramahaan dalam melakukan pelayanan.
Menurut Bupati, tema Transformasi Menuju Global Hospital tidak boleh hanya menjadi slogan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret, terukur, dan realistis. Transformasi berarti perubahan nyata menuju kondisi yang lebih baik, dimulai dari pemenuhan standar pelayanan pada level lokal terlebih dahulu sebelum berbicara tentang standar nasional maupun internasional. Jika standar lokal saja belum kuat, maka sulit untuk mencapai level global.
Bupati menekankan bahwa terdapat tiga elemen utama menuju Global Hospital. Pertama, standar dan akreditasi, termasuk pemenuhan standar keselamatan pasien, kualitas layanan, akreditasi rumah sakit, hingga standar internasional seperti JCI dan ISO. Kedua, layanan dan sumber daya, yakni rumah sakit harus memiliki layanan unggulan, dokter spesialis yang kompetitif, fasilitas yang memadai, serta keunggulan tertentu yang menjadi daya tarik utama masyarakat untuk berobat. Ketiga, branding dan akses global, yaitu membangun citra rumah sakit yang kuat, terpercaya, modern, dan memiliki keunggulan yang dikenal luas.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menetapkan target yang rasional dan bertahap. Cita-cita besar harus disertai peta jalan yang jelas, tidak sekadar mimpi besar tanpa kesiapan dasar. Rumah sakit harus memperkuat fondasi dari level lokal menuju nasional, baru kemudian melangkah ke tingkat global. Fokus pada beberapa layanan unggulan yang benar-benar kuat jauh lebih penting daripada mengejar banyak target tanpa hasil nyata.
Dalam aspek pengelolaan keuangan, Bupati menegaskan pentingnya kemandirian operasional rumah sakit. RSUD harus mampu mengelola operasional secara efisien dan profesional sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Prinsip utama dalam pengelolaan keuangan Rumah sakit Adalah memastikan bahwa implementasi anggraan tetap dalam koridor RBA {rencana bisnis anggraan} guna menjaga akuntabilitas. Jika rumah sakit swasta mampu bertahan bahkan memperoleh keuntungan dengan seluruh biaya investasi sendiri, maka rumah sakit daerah seharusnya lebih mampu karena didukung aset pemerintah seperti tanah, bangunan, dan alat kesehatan.
Bupati juga mendorong pemanfaatan skema creative financing Adalah strategi mencari sumber pendanaan alternatif yang sah diluar APBD serta penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar rumah sakit strategi dapat lebih fleksibel dalam pengelolaan anggaran dan belanja modal. Dengan demikian, rumah sakit tidak hanya menjadi pusat pelayanan publik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap RSUD Patut Patuh Patju dapat terus berbenah, memperkuat tahapan transformasi secara konkret, dan menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Lombok Barat. Ia menegaskan bahwa target menuju Global Hospital harus dimulai dari langkah nyata, terukur, dan konsisten, agar rumah sakit benar-benar menjadi pusat layanan kesehatan unggulan daerah.
Headline Sambutan
Transformasi menuju Global Hospital harus dimulai dari standar lokal yang kuat, layanan unggulan yang nyata, serta tata kelola profesionalbukan sekadar slogan, tetapi langkah konkret menuju rumah sakit kebanggaan daerah.
Girimenang, 27 April 2026
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM

H. SUBARDI,S.K.M.,M.Kes,CGCIO
Pembina Utama Muda/IVC
NIP. 19741231 200003 1 021
Resume Materi
Deteksi Dini Kanker Terpadu
dr. Nusairi, Sp.Rad
Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol akibat kerusakan pada DNA maupun perubahan epigenetik di luar gen, sehingga sel terus membelah secara abnormal, menginfiltrasi jaringan sekitar, bahkan menyebar ke organ jauh (metastasis). Neoplasma atau tumor dibedakan menjadi dua, yaitu tumor jinak yang tumbuh lokal dan lambat, serta tumor ganas (kanker) yang bersifat invasif dan dapat menyebabkan kematian .
Di Indonesia, kanker menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga setelah stroke dan penyakit jantung. Pada tahun 2022 tercatat sekitar 408.661 kasus baru kanker dan 242.988 kematian akibat kanker. Kasus tertinggi terjadi pada kanker payudara pada perempuan dan kanker paru pada laki-laki. Pemerintah memfokuskan penanganan pada lima jenis kanker utama yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker pada anak .
Menurut WHO, terdapat empat pilar utama manajemen kanker, yaitu pencegahan primer melalui pola hidup sehat, berhenti merokok, vaksinasi HPV dan Hepatitis B; pencegahan sekunder melalui deteksi dini dan skrining kanker; pencegahan tersier melalui diagnosis, penentuan stadium, dan pengobatan yang tepat; serta pengobatan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien stadium lanjut .
Deteksi dini kanker terpadu merupakan pendekatan komprehensif melalui skrining rutin menggunakan berbagai metode seperti USG, mamografi, CT Scan, MRI, Pap Smear, IVA Test, tes darah tumor marker, hingga teknologi terbaru seperti MCED/SPOTMAS 10 yang mampu mendeteksi risiko lebih dari 100 jenis kanker sejak tahap awal. Pendekatan ini melibatkan tim multidisiplin agar diagnosis dan terapi dapat dilakukan lebih cepat, sehingga peluang kesembuhan dapat meningkat hingga lebih dari 90% .
Skrining kanker dilakukan sesuai jenisnya, seperti SADARI, CBE, USG, dan mamografi untuk kanker payudara; Pap Smear, IVA, dan HPV untuk kanker serviks; HRCT low dose untuk kanker paru; PSA dan rectal toucher untuk kanker prostat; serta kolonoskopi dan FOBT untuk kanker usus besar .
Fakta penting menunjukkan bahwa hanya sekitar 510% kanker berkaitan dengan faktor genetik, sedangkan mayoritas dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup seperti merokok, pola makan tidak sehat, obesitas, infeksi, stres, paparan polusi, dan kurang aktivitas fisik. Konsumsi tembakau menyumbang sekitar 2530% kematian akibat kanker, sementara vaksin HPV mampu mencegah hingga 90% kanker serviks yang disebabkan infeksi HPV .
Untuk mendukung deteksi dini kanker, RSUD Patut Patuh Patju telah memiliki fasilitas radiologi yang cukup kuat seperti CT Scan 64 slice dan 32 slice, mammography, cath lab, C-arm, USG, serta X-Ray digital dan mobile X-Ray. Ketersediaan alat ini menjadi modal penting dalam penguatan layanan onkologi terpadu menuju rumah sakit yang lebih modern dan berstandar tinggi .
Kesimpulan
Deteksi dini kanker terpadu merupakan strategi utama untuk menurunkan angka kematian akibat kanker melalui skrining yang tepat, cepat, dan terintegrasi. Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan, semakin ringan beban pembiayaan, dan semakin tinggi kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, penguatan skrining rutin, edukasi masyarakat, serta kesiapan fasilitas rumah sakit menjadi kunci keberhasilan pengendalian kanker di daerah.
Headline Strategis
Kanker yang terdeteksi lebih awal memiliki peluang sembuh jauh lebih tinggi; karena itu deteksi dini terpadu adalah investasi kesehatan paling penting untuk menyelamatkan nyawa.
Resume Materi
Deteksi Dini Kanker Terpadu
dr. Nusairi, Sp.Rad
Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol akibat kerusakan pada DNA maupun perubahan epigenetik di luar gen, sehingga sel terus membelah secara abnormal, menginfiltrasi jaringan sekitar, bahkan menyebar ke organ jauh (metastasis). Neoplasma atau tumor dibedakan menjadi dua, yaitu tumor jinak yang tumbuh lokal dan lambat, serta tumor ganas (kanker) yang bersifat invasif dan dapat menyebabkan kematian .
Di Indonesia, kanker menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga setelah stroke dan penyakit jantung. Pada tahun 2022 tercatat sekitar 408.661 kasus baru kanker dan 242.988 kematian akibat kanker. Kasus tertinggi terjadi pada kanker payudara pada perempuan dan kanker paru pada laki-laki. Pemerintah memfokuskan penanganan pada lima jenis kanker utama yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker pada anak .
Menurut WHO, terdapat empat pilar utama manajemen kanker, yaitu pencegahan primer melalui pola hidup sehat, berhenti merokok, vaksinasi HPV dan Hepatitis B; pencegahan sekunder melalui deteksi dini dan skrining kanker; pencegahan tersier melalui diagnosis, penentuan stadium, dan pengobatan yang tepat; serta pengobatan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien stadium lanjut .
Deteksi dini kanker terpadu merupakan pendekatan komprehensif melalui skrining rutin menggunakan berbagai metode seperti USG, mamografi, CT Scan, MRI, Pap Smear, IVA Test, tes darah tumor marker, hingga teknologi terbaru seperti MCED/SPOTMAS 10 yang mampu mendeteksi risiko lebih dari 100 jenis kanker sejak tahap awal. Pendekatan ini melibatkan tim multidisiplin agar diagnosis dan terapi dapat dilakukan lebih cepat, sehingga peluang kesembuhan dapat meningkat hingga lebih dari 90% .
Skrining kanker dilakukan sesuai jenisnya, seperti SADARI, CBE, USG, dan mamografi untuk kanker payudara; Pap Smear, IVA, dan HPV untuk kanker serviks; HRCT low dose untuk kanker paru; PSA dan rectal toucher untuk kanker prostat; serta kolonoskopi dan FOBT untuk kanker usus besar .
Fakta penting menunjukkan bahwa hanya sekitar 510% kanker berkaitan dengan faktor genetik, sedangkan mayoritas dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup seperti merokok, pola makan tidak sehat, obesitas, infeksi, stres, paparan polusi, dan kurang aktivitas fisik. Konsumsi tembakau menyumbang sekitar 2530% kematian akibat kanker, sementara vaksin HPV mampu mencegah hingga 90% kanker serviks yang disebabkan infeksi HPV .
Untuk mendukung deteksi dini kanker, RSUD Patut Patuh Patju telah memiliki fasilitas radiologi yang cukup kuat seperti CT Scan 64 slice dan 32 slice, mammography, cath lab, C-arm, USG, serta X-Ray digital dan mobile X-Ray. Ketersediaan alat ini menjadi modal penting dalam penguatan layanan onkologi terpadu menuju rumah sakit yang lebih modern dan berstandar tinggi .
Kesimpulan
Deteksi dini kanker terpadu merupakan strategi utama untuk menurunkan angka kematian akibat kanker melalui skrining yang tepat, cepat, dan terintegrasi. Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan, semakin ringan beban pembiayaan, dan semakin tinggi kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, penguatan skrining rutin, edukasi masyarakat, serta kesiapan fasilitas rumah sakit menjadi kunci keberhasilan pengendalian kanker di daerah.
Headline Strategis
Kanker yang terdeteksi lebih awal memiliki peluang sembuh jauh lebih tinggi; karena itu deteksi dini terpadu adalah investasi kesehatan paling penting untuk menyelamatkan nyawa.
Resume Materi
Diagnosis dan Tatalaksana Terkini Serangan Jantung
dr. Arzia Pramadi Rahman, MD
KSM Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan kondisi penyempitan pada pembuluh darah jantung (koroner) yang menyebabkan aliran darah ke otot jantung berkurang, baik sebagian maupun total. Kondisi ini menurunkan suplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung sehingga menimbulkan nyeri dada, gangguan fungsi jantung, hingga serangan jantung akut. Presentasi klinis PJK dapat berupa kondisi akut (serangan jantung) maupun kronis (angina pektoris stabil).
Secara global, diperkirakan sekitar 110 juta orang mengalami PJK dan sekitar 8,9 juta kematian terjadi akibat penyakit ini. Bahkan sejak tahun 2020, PJK menjadi salah satu penyebab kematian terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner masih menjadi ancaman kesehatan utama yang memerlukan penanganan cepat dan tepat.
Serangan jantung terjadi akibat sumbatan mendadak pada pembuluh darah koroner karena proses aterosklerosis dan pembentukan trombus, sehingga aliran darah ke jantung terhenti. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung bahkan kematian.
Faktor risiko PJK dibagi menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin laki-laki, dan riwayat keluarga; serta faktor yang dapat diubah seperti merokok, hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stres. Pengendalian faktor risiko ini menjadi langkah utama pencegahan.
Gejala khas serangan jantung berupa nyeri dada di tengah dada seperti ditekan, terasa berat, menjalar ke bahu kiri, lengan kiri, leher kiri, dan dapat disertai keringat dingin, mual, sesak napas, hingga pingsan. Pada beberapa pasien seperti lansia, wanita, penderita diabetes, dan penyakit ginjal, gejala dapat tidak khas seperti nyeri ulu hati atau sesak napas sehingga sering terlambat dikenali.
Jika muncul gejala khas serangan jantung, pasien harus segera dirujuk ke IGD untuk pemeriksaan dan penanganan cepat. Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan klinis, rekam jantung (EKG), pemeriksaan enzim jantung, dan penilaian kondisi pasien secara menyeluruh.
Penanganan serangan jantung meliputi rawat inap, pemberian obat pengencer darah, obat kolesterol, oksigen, obat jantung, serta terapi reperfusi untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat. Reperfusi dapat dilakukan melalui obat penghancur sumbatan lewat infus (trombolitik) atau melalui kateterisasi jantung.
Kateterisasi jantung menjadi terapi unggulan karena mampu menilai secara langsung kondisi pembuluh darah koroner sekaligus melakukan intervensi untuk membuka sumbatan, termasuk pemasangan ring jantung (stent). Setelah tindakan, pasien dirawat di ruang intensif jantung (CVCU), dilanjutkan dengan obat-obatan rutin, rehabilitasi jantung, dan pengendalian faktor risiko untuk mencegah serangan berulang.
RSUD Patut Patuh Patju telah memiliki layanan jantung dan pembuluh darah yang cukup lengkap, meliputi konsultasi spesialis jantung, EKG, echocardiography (USG jantung), kegawatan jantung, hingga layanan kateterisasi jantung (Cath Lab). Ke depan juga akan hadir layanan treadmill test dan Holter monitoring. Rata-rata kunjungan pasien jantung di IGD mencapai 73 pasien per bulan, menunjukkan tingginya kebutuhan layanan jantung di daerah .
Kesimpulan
Serangan jantung adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan diagnosis cepat dan penanganan segera. Semakin cepat pembuluh darah dibuka kembali, semakin besar peluang penyelamatan otot jantung dan nyawa pasien. Pencegahan terbaik tetap dimulai dari pengendalian faktor risiko, pola hidup sehat, serta deteksi dini gejala penyakit jantung.
Headline Strategis
Serangan jantung tidak menunggukenali gejalanya, tangani secepatnya, dan cegah sejak dini melalui pengendalian faktor risiko serta layanan jantung yang cepat dan tepat.
Resume Materi
Anatomy of Burnout
dr. Danang Nur Adiwibawa, Sp.KJ., SubSp.R.S (K)., SH., AIFO-K
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang terjadi akibat stres berkepanjangan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan, tekanan tanggung jawab, serta tuntutan hidup yang terus-menerus. Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa, tetapi kondisi yang dapat menurunkan produktivitas, motivasi, kualitas kerja, bahkan berdampak pada kesehatan jiwa dan fisik seseorang .
Secara umum, burnout ditandai oleh tiga komponen utama, yaitu kelelahan emosional (emotional exhaustion), depersonalisasi atau munculnya sikap sinis terhadap pekerjaan dan lingkungan sekitar (depersonalization), serta penurunan pencapaian diri (reduced personal accomplishment), di mana seseorang merasa tidak lagi mampu bekerja secara optimal dan kehilangan makna dalam pekerjaannya .
Dalam dunia pelayanan kesehatan, burnout sering terjadi pada tenaga medis dan tenaga kesehatan karena tingginya tekanan kerja, tuntutan pelayanan yang cepat, beban administratif, konflik peran, keterbatasan sumber daya, hingga tekanan emosional saat menghadapi pasien dan keluarga pasien. Jika tidak ditangani, burnout dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan risiko kesalahan medis, serta menurunkan kepuasan kerja dan loyalitas pegawai.
Burnout biasanya berkembang secara bertahap, dimulai dari stres kerja yang berulang, kelelahan kronis, kehilangan semangat, penurunan empati, hingga muncul gangguan psikologis seperti kecemasan, insomnia, iritabilitas, bahkan depresi. Banyak individu tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami burnout karena menganggap kondisi tersebut sebagai bagian normal dari rutinitas kerja.
Penanganan burnout memerlukan pendekatan individu dan organisasi. Pada tingkat individu, diperlukan manajemen stres, pengaturan waktu kerja yang sehat, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, dukungan sosial, serta kemampuan mengenali batas kemampuan diri. Sementara pada tingkat organisasi, perlu dibangun budaya kerja yang sehat, kepemimpinan yang suportif, distribusi beban kerja yang adil, penghargaan terhadap kinerja, serta ruang komunikasi yang terbuka.
Dalam konteks rumah sakit, pencegahan burnout sangat penting karena kualitas layanan kesehatan sangat bergantung pada kondisi psikologis tenaga medis. Rumah sakit tidak hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang baik, tetapi juga SDM yang sehat secara mental, memiliki semangat kerja, dan merasa dihargai dalam sistem kerja yang profesional.
Burnout harus dipahami sebagai isu strategis dalam manajemen sumber daya manusia, bukan sekadar masalah pribadi pegawai. Ketika tenaga kesehatan mengalami burnout, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh pasien, organisasi, dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.
Kesimpulan
Burnout adalah ancaman nyata dalam dunia kerja modern, terutama di sektor pelayanan kesehatan yang penuh tekanan. Pencegahan burnout membutuhkan kesadaran individu dan dukungan sistem organisasi yang sehat. Rumah sakit yang ingin menjadi institusi unggul harus memastikan bahwa tenaga kerjanya tidak hanya kompeten, tetapi juga sehat secara mental dan emosional.
Headline Strategis
Rumah sakit yang hebat bukan hanya ditentukan oleh teknologi dan gedung megah, tetapi oleh tenaga kesehatan yang bekerja dengan sehat, bermakna, dan bebas dari burnout.
Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *