LOGO SEKRETARIAT DAERAH
Beranda > Artikel > Dengan Kepemimpinan Yang Kuat, Kolaborasi Dan Inovasi, Lombok Barat Siap M…
Artikel

Dengan Kepemimpinan Yang Kuat, Kolaborasi dan Inovasi, Lombok Barat siap menjadi Pemda Paling Berprestasi Nasional

Posting oleh setdalobar - 15 Juni 2026 - Dilihat 0 kali

Dengan Kepemimpinan Yang Kuat, Kolaborasi dan Inovasi, Lombok Barat siap menjadi Pemda Paling Berprestasi Nasional

Oleh: H. Subardi, S.K.M., M.Kes

Kabupaten Lombok Barat telah mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Terbaik I Regional Nusa TenggaraMaluku pada kategori Creative Financing dalam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Kemendagri Tahap I Tahun 2026. Prestasi tersebut tidak hanya menghadirkan kebanggaan daerah, tetapi juga membuktikan bahwa Lombok Barat memiliki kapasitas inovasi dan tata kelola yang mampu bersaing di tingkat nasional. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih besar: bagaimana mempertahankan prestasi tersebut sekaligus meraih penghargaan pada kategori lainnya sehingga Lombok Barat dapat menjadi salah satu pemerintah daerah terbaik di Indonesia. 

Hasil kajian terhadap 135 pemerintah daerah penerima apresiasi Kemendagri menunjukkan bahwa keberhasilan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh capaian indikator pembangunan, tetapi juga oleh langkah strategis, inovasi, kolaborasi, dan kemampuan kepala daerah dalam membangun sistem yang berkelanjutan. Daerah-daerah terbaik tidak hanya memiliki angka yang baik, tetapi mampu menunjukkan proses perubahan yang terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat. 

Bagi Lombok Barat, terdapat empat kategori yang menjadi peluang besar untuk meraih penghargaan pada tahap berikutnya, yaitu pengentasan kemiskinan dan stunting, creative financing, pengendalian inflasi, serta penurunan tingkat pengangguran terbuka. Untuk mencapai target tersebut, Lombok Barat perlu belajar dari daerah-daerah terbaik yang telah terbukti berhasil.

 

Mengentaskan Kemiskinan dan Stunting Melalui Satu Data dan Pemberdayaan Rakyat

Kemiskinan dan stunting masih menjadi tantangan besar Lombok Barat. Pada tahun 2025, angka kemiskinan Lombok Barat tercatat 11,9 persen dengan prevalensi stunting sebesar 27,3 persen, jauh di atas daerah-daerah terbaik penerima apresiasi Kemendagri. Sebagai perbandingan, Badung memiliki kemiskinan 1,9 persen dengan stunting 7,2 persen, sedangkan Gianyar mencatat stunting hanya 5,4 persen. 

Keberhasilan Badung lahir dari integrasi bantuan sosial berbasis data keluarga, penerapan satu data kemiskinan daerah, pembangunan rumah layak huni terintegrasi, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan pariwisata. Sementara itu, Gianyar berhasil menurunkan stunting melalui keterlibatan desa adat, posyandu digital, program bapak asuh anak stunting, dan pendampingan ibu hamil hingga tingkat banjar. Kabupaten Tapin menunjukkan pentingnya data by name by address dalam memastikan bantuan tepat sasaran, sedangkan Sidrap berhasil mengurangi kemiskinan melalui hilirisasi sektor pertanian dan peternakan. 

Pelajaran penting bagi Lombok Barat adalah bahwa pengentasan kemiskinan dan stunting tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata. Dibutuhkan integrasi data keluarga miskin, penguatan ekonomi produktif, keterlibatan desa, serta intervensi kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Program pengurangan stunting harus dipadukan dengan peningkatan pendapatan keluarga agar hasilnya lebih berkelanjutan.

Memperkuat Creative Financing sebagai Mesin Kemandirian Fiskal

Prestasi Lombok Barat sebagai Terbaik I Creative Financing merupakan modal yang sangat berharga. Dengan PAD mencapai Rp544,62 miliar atau 23,64 persen dari total pendapatan daerah, Lombok Barat telah menunjukkan kemampuan fiskal yang cukup baik dibanding banyak daerah lain. Namun, masih terdapat ruang yang sangat besar untuk ditingkatkan. 

Kabupaten Gianyar menjadi contoh bagaimana sektor pariwisata dapat menjadi mesin utama pembiayaan pembangunan. PAD Gianyar mencapai Rp1,85 triliun atau 62,27 persen dari total pendapatan daerah. Keberhasilan tersebut didukung optimalisasi pajak pariwisata, pengelolaan event daerah, serta kerja sama pemanfaatan aset. 

Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa digitalisasi pendapatan daerah mampu meningkatkan efektivitas pemungutan pajak melalui elektronifikasi transaksi, integrasi data perizinan, dan smart tax monitoring. Sementara Kabupaten Wajo memberikan pelajaran penting tentang monetisasi aset daerah dan penguatan BUMD berbasis potensi unggulan daerah. 

Bagi Lombok Barat, strategi ke depan adalah membangun tiga pilar utama. Pertama, menjadikan kawasan Senggigi, Sekotong, dan destinasi wisata lainnya sebagai penggerak utama PAD. Kedua, mempercepat digitalisasi seluruh sumber pendapatan daerah. Ketiga, mengoptimalkan aset daerah dan BUMD agar menjadi sumber pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, Lombok Barat tidak hanya mempertahankan prestasi Creative Financing, tetapi juga memperkuat kemandirian fiskal daerah. 

Mengendalikan Inflasi dengan Pendekatan Berbasis Produksi dan Data

 

Dalam kategori pengendalian inflasi, Kabupaten Garut menjadi benchmark yang sangat relevan bagi Lombok Barat. Kedua daerah sama-sama memiliki basis ekonomi pertanian dan hortikultura yang kuat. Garut berhasil menjaga inflasi sekitar 2,67 persen dan memperoleh insentif fiskal miliaran rupiah dari pemerintah pusat. 

Keberhasilan Garut didukung oleh Early Warning System harga pangan, pemetaan desa sentra produksi, distribusi pangan langsung dari petani ke pasar, serta kerja sama perdagangan antardaerah. Sistem tersebut memungkinkan pemerintah mendeteksi potensi gejolak harga lebih awal dan melakukan intervensi sebelum inflasi meningkat. 

Lombok Barat memiliki potensi besar untuk mengadopsi model tersebut. Dengan basis produksi padi, hortikultura, dan peternakan yang kuat, pemerintah daerah dapat membangun sistem pemantauan harga berbasis digital, memperkuat peran TPID, serta mengembangkan kerja sama perdagangan dengan Kota Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Langkah ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui tata niaga yang lebih efisien.

Menurunkan Pengangguran Melalui Link and Match dan Smart Farming

Salah satu tantangan baru Lombok Barat adalah meningkatnya pengangguran dan setengah menganggur akibat perubahan struktur ekonomi dan mekanisasi sektor pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kabupaten Kulon Progo dan Kota Tidore Kepulauan dapat menjadi rujukan penting. 

Kulon Progo berhasil membangun hubungan erat antara pendidikan vokasi, dunia usaha, investasi, dan kebutuhan industri. Program pelatihan tenaga kerja disusun berdasarkan kebutuhan pasar sehingga lulusan lebih mudah terserap dunia kerja. Di sisi lain, Tidore Kepulauan sukses menarik minat generasi muda ke sektor pertanian melalui program Smart Farming dan Aksi Milenial Bertani. 

Lombok Barat perlu mengembangkan model serupa dengan memperkuat kerja sama antara SMK, perguruan tinggi, dunia usaha, dan sektor pariwisata. Program inkubasi UMKM desa, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta pengembangan pertanian modern berbasis teknologi perlu menjadi agenda prioritas. Dengan demikian, lapangan kerja baru dapat tercipta sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

 

 

 

 

Menuju Lombok Barat sebagai Daerah Berprestasi Nasional

Apresiasi Kemendagri bukan sekadar perlombaan memperoleh penghargaan atau insentif fiskal. Esensi sesungguhnya adalah kemampuan pemerintah daerah menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Daerah yang berhasil adalah daerah yang mampu mengurangi kemiskinan, menekan stunting, menjaga stabilitas harga, memperluas kesempatan kerja, dan membangun kemandirian fiskal secara berkelanjutan.

Lombok Barat sesungguhnya telah memiliki modal yang kuat. Prestasi sebagai Terbaik I Creative Financing menunjukkan bahwa fondasi inovasi dan tata kelola telah tersedia. Tantangan berikutnya adalah melakukan akselerasi pada sektor kemiskinan, stunting, inflasi, dan pengangguran dengan mengadopsi praktik terbaik dari Badung, Gianyar, Tapin, Sidrap, Garut, Kulon Progo, dan Tidore Kepulauan. 

Jika langkah-langkah tersebut dijalankan secara konsisten, didukung kepemimpinan yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi yang berkelanjutan, maka bukan mustahil Lombok Barat akan tampil sebagai salah satu pemerintah daerah paling berprestasi di Indonesia pada Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Kemendagri Tahun 2026, sekaligus menjadi model pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan berkeadilan.